Rabu, 02 Januari 2013

Phinisi Edutainment Park..

Dalam rangka penutupan kegiatan belajar semester 1 kakak Nasywa, seluruh murid, orangtua dan guru TK Cikal Ceria jalan-jalan ke Phinisi edutainment park. Jujur saja saat menerima undangan dari sekolah sempat bertanya-tanya juga apa itu  Phinisi, perasaan baru sekali ini mendengar Setalah cari sana sini ternyata tempat bermain dan belajar ini memang masih baru dibuka yaitu pada bulan November 2012. Wajar kalau belum banyak yang tahu. Lokasi Phinisi sendiri berada di dalam bangunan Pasaraya Blok M lantai 8,9, dna 10. 

Menurut websitenya (http://pinisiedutainmentpark.blogspot.com/), di dalam phinisi terdapat beberapa permainan riding games klasik seperti  Kids Indoor Playground, Carousel, 4D Simulator, Kiss Car, Wall Climbing, Cyber Games, Choo-Choo Train, dan Pinisi Boat. Selain itu ada juga beragam galeri yang memberikan peluang bagi anak-anak belajar tentang art & culture seperti seni drama, olah vokal, membatik, traditional puppet atau wayang, musik angklung, menari, hingga bermain gamelan. Selain itu juga ada  science dan pertunjukan film di planetarium. Wuih keren ya kayaknya..segala kesenangan menjadi satu..plus nya anak-anak tidak hanya bermain tapi ada unsur belajarnya juga.

Para peserta dan orangtua diwajibkan berkumpul di sekolah pukul 7. Anak-anak berbaris rapi menurut kelompok yang sudah dibagi dan memperoleh arahan dari bu guru pendamping. Anak-anak memakai seragam olahraga kuning-biru yang biasanya dipakai hari Rabu.Nasywa bergabung dengan teman-teman playgroupnya di Bus 1
 


Setelah semuanya masuk ke bus, perjalanan kamipun dimulai. Matahari bersinar hangat saat kami berangkat. tidak ada satupun anak-anak yang mau duduk diam. Semuanya berdiri sambil melihat-lihat jalanan, termasuk Nasywa. Ndut banget kan anak mamah..
Sesampainya di Gedung Pasaraya Blok M, anak-anak berbaris rapi sesuai dengan kelompoknya dengan dipandu bu guru. Sebelum naik lift ke lantai 9, petugas dari Phinisi membagikan gelang tangan kepada masing-masing anak dan orangtua. Suasana cukup gaduh dan tidak teratur saat pembagian gelang, karena dilakukan di depan lift lantai dasar yang notabeme sempit dan agak remang-remang. Petugas dari phinisi juga kurang sigap sehingga acara pembagian gelang ini menjadi kacau dan lebih lama dari yang seharusnya.
Memasuki arena Phinisi, kita akan disambut oleh miniatur kapal phinisi, kapal kebanggaan Indonesia. Ukurannya lumayan besar juga sehingga bisa dilewati anak-anak. Di atas kapal terdapat jaring-jaring yang merupakan bagian dari arena permainan flying fox.
Wahana yang pertama kali dikunjungi adalah olah vokal. Disini anak-anak akan menyanyi diiringi organ serta melihat teks di layar. Mirip karaoke sih..Horeee Kakak Nasywa berani nyanyi yang pertama, lagunya pada hari minggu kuturut ayah ke kota..
Selanjutnya adalah kelas drama, cuma nggak jelas sih ngapain sebenernya. Yang sempat kerekam adalah pose bengongnya kakak Nasywa hihihihihi..


Wahana yang dicoba selanjutnya adalah Cho Cho Train di lantai atas. Kereta biasa sih..muter-muter di atas jadi bisa melihat wahana-wahana di bawahnya.

Selantai dengan kereta, ada playground untuk anak yang lebih kecil. Miriiip banget dengan tempat bermain serupa di mall. Yang unik adalah ada tempat bermain interaktif di lantai. Cara mainnya dengan dinjak. Sempat nyobain yang space dan letters. Lumayan juga, sekalian olahraga kaki :)

Karena playgroundnya kurang menantang, maka kita pindah ke playground yang lebih besar. Masih persis sama dengan permainan di mall, ada mandi bola, perosotan, halang rintang, dll. Anak-anak betaaah sekali di sini sampai tidak mau berganti tempat :)

Yang unik dari Phinisi ini adalah kelas-kelas tentang art. Selain nyanyi, drama ada juga gamelan, menari, membatik dan wayang. Namun untuk membatik dan wayang ada batas minimum usia yang bisa masuk, jadi Nasywa belum bisa mengikuti.

Kelas gamelan dan menari berlangsung masing-masing 30 menit. Sebelum praktek, akan ditayangkan film pendek yang berisi keterangan tentang gamelan atau tarian. Kemudian anak-anak akan dipandu untuk mencoba praktek memainkan alat musik ataupun menari. Nasywa semangat mengikuti baik gamelan maupun tari. Bahkan sampai terbengong-bengong menunggu giliran di pintu masuk kelas tari hihi..



Tepat pukul 11, rombongan digiring untuk masuk ke planetarium. Ehm..agak overestimated sih kirain akan sama atau lebih bagus dari planetarium nya TIM. Ternyata planetarium versi Phinisi adalah nonton film pendek di layar datar gitu doang. Kecewa...

Obat kecewanya adalah makan siang di kantin Phinisi. Makan siang sudah termasuk paket dengan kunjungan. Untuk anak-anak menunya nasi dan ayam goreng, untuk orang tua kurang lebih sama. Agak mengecewakan sih dari segi rasa. Cuma karena kita tidak diperbolehkan untuk membawa makanan dan minuman dari luar, yaa apa boleh buat dinikmati yang ada. Oh ya sebenarnya di kantin ini bisa memesan menu selain dari paket, tapi estimasi selesainya pesanan cukup lama yaitu 30 menit.
Nasywa & her bestfriend Anza

Nasywa & Mrs Karmi


Sebagai oleh-oleh, Phinisi menyediakan souvenir shop. Kita juga bisa membeli (aka mencetak) foto-foto candid yang sudah dicepret oleh juru foto Phinisi yang berkeliling. Sayang foto Nasywa tidak ada, dan souvenirnya kurang unik jadi tidak ada oleh-oleh yang bisa dibawa pulang.

Overall, kunjungan ke Phinisi cukup menyenangkan, terutama lokasi yang nyaman, toilet yang bersih, serta tempat belajar budaya Indonesia. Selain kekurangan dari segi makanan dan planetarium yang terkesan seadanya, Mrs Karmi juga menyoroti tentang tidak tegasnya pengelola Phinisi menetapkan peraturan yang telah mereka buat sendiri. Pada setiap pintu masuk kelas, jelas tertulis bahwa orang dewasa dilarang masuk. Mrs Karmi sangat setuju dengan peraturan tersebut, karena anak-anak akan lebih fokus pada pengajar dari Phinisi. Atas penghargaan terhadap peraturan tersebut, Mrs Karmi dan beberapa orangtua yang ingin foto-foto kegiatan anak harus puas dengan foto dari pintu/jendela kaca.


Namun kenyataannya, di kelas yang lain --bahkan kelas yang sebelumnya kami dilarang masuk-- orangtua bahkan seenaknya bisa duduk di dalam kelas sepanjang kegiatan dan bisa puas foto-foto abak-anaknya. Saat Mrs Karmi protes, pihak pengelola tidak bisa memberi jawaban yang tegas, pun tidak menegakkan peraturan yang mereka buat sendiri (Indonesia bangeeeet deh). "Kesalahan" ini fatal menurut Mrs Karmi, dan membuat kecewa sekaligus menjadikan tempat ini bukan tempat yang akan kami kunjungi lagi untuk alasan apapun. Sayang sekali, ide konsep yang bagus tentang Phinisi, namun dengan delivery dan manajemen yang kurang :( .




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar