Senin, 07 Oktober 2013

Chic Short Haircut

Dulu sejak kecil, orangtua Mrs Karmi tidak pernah mengizinkan anak-anaknya berambut panjang. Bapak selalu beralasan anak kecil belum bisa merawat rambutnya sendiri.

Dan sekarang, ketika punya anak sendiri, barulah berasa kalau perkataan Bapak benar adanya. Bukannya tidak suka melihat Nasywa berkucir ekor kuda, atau diikat dua. Cantik!
Tapi ternyata  menyisir rambutnya itu perjuangannya sekali. Harus penuh rayuan, tipu daya sampe berkejar-kejaran. Dibiarkan terurai begitu saja terlihat tidak rapi, apalagi untuk rambutnya yang bergelombang di bawah.

Maka, di akhir September kemarin dipangkaslah habis rambut Nasywa. Mr Karmi sempet melow melihat rambut sepundak anak gadisnya berubah menjadi pendek. Kalau Mrs Karmi entah mengapa malah suka dengan rambut pendek Nasywa. Lebih imut dan chic.





 
Nasywa sendiri sedih waktu rambutnya dipotong, dan menyalahkan mama nya. Sampai menangis sedih gitu. Trenyuh sekali. Mrs Karmi beralasan dipotong pendek agar gampang diberi vitamin, dirawat. Alasan itu mempan sepertinya. Dia manut-manut saja diberi obat rambut ini itu sebelum tidur.

Entah mengapa kemudian perangai Nasywa berubah setelah dipotong rambutnya. Lebih ceria, lebih sering mengumbar senyum, tawa dan canda. Ini potong rambut ibarat buang sial juga sepertinya hehe.

Minggu, 06 Oktober 2013

Bebek Ginyo Tebet Utara

Tak ada Kaleo, Ginyo pun jadi. Hari minggu ini, The Karmis niat banget ingin makan di Bebek Kaleo, dibela-belain dari daerah Semanggi ke Tebet. Apa daya ternyata Bebek Kaleo tutup setiap hari minggu. Kepalang basah sampai Tebet, melipirlah kami ke Bebek Ginyo. Beruntung, restoran di pusat kuliner Jalan TebetUtara ini masih relatif sepi meskipun waktu makan siang sudah hampir berlalu.

Berbeda dengan tempat makan bebek lainnya, di Ginyo bebeknya sudah ready to eat, berjejer di dekat pintu masuk. Kita bebas mengambil nasi - nasi putih, uduk, nasi merah-, lauk pauk -bebek cabe hijau, bebek sambel mercon, bebek kremes, ada juga menu ayam -goreng kremes dan bakar-. Di meja sebelahnya, disajikan lalapan, aneka urap, sayur dan sambal aneka rupa. Urutan diakhiri di kasir untuk order minum dan bayar.

Area makan di Ginyo terbagi menjadi smoking room alias outdoor dan non smoking alias AC nan adem. Tentu kami pilih yang AC. Interiornya vintage, dengan pajangan barang tempoe doeloe, seperti lukisan, telepon jaman dulu, bahkan ada pemutar CD Jadul lengkap dengan cerobong mirip kecubung. Bahkan lantainya pun masih ubin corak ukuran 30x30 yang mungkin sudah tidak ditemukan di pasaran. Menemani makan, musik mengalun pelan. Betah deh!
Urusan rasa, bebek Ginyo tidak mengecewakan. Porsi bebeknya besar, dan renyah. Bebeknya sendiri sudah dibumbui, jadi sudah enak. Sambalnya baik yang hijau maupun sambal bawangnya, pedaaas. Cocok dengan selera Mr Karmi. Nasywa memilih ayam goreng kremes, yang juga gurih pas dengan bumbunya yang kuning. Di sini juga nemu krupuk Gendar, sejenis krupuk dari nasi yang digiling sedemikian rupa.

Sebagai penggemar bebek, Ginyo masuk urutan tempat makan bebek yang layak dicoba. Memang harganya sedikit di atas bebek lainnya. Tapi harga memang tidak pernah bohong kok!

Rumahku.. Nasywa's School Project

Dua akhir pekan terakhir, Nasywa dan Mrs Karmi punya project besar, yaitu project dari sekolah nasywa membuat kliping tentang rumahku. Ini mungkin kolaborasi prakarya pertama yang dibuat kami berdua. Pertama, tentu yang paling rempong adalah membereskan rumah agar layak tampil di muka umum. Walaupun setelah foto jadi berasa palsu, tidak sesuai kenyataan hehe. Kedua, belanja perlengkapan. Kami menggunakan kertas concorde warna pink (price 10k untuk 10 lembar), kertas origami, lem, dan beberapa tempelan seperti daun kering. Origami ini dahsyat banget gunanya karena bisa dilipat dan  digunting berbagai bentuk. Aktifitas ini baik untuk si kecil yang sedang mengasah motorik halusnya. Sekitar 70% pengerjaan dilakukan sendiri oleh Nasywa, Mrs Karmi bagian menggunting bentuk yang belum bisa dilakukan gadis 4 tahun kami.
seius menghias "rumahku"

Halaman depan adalah bentuk rumah dari origami, lengkap dengan jendela, pintu, pohon dan bintang. Nasywa menulis sendiri Rumahku, Nasywa, dan CGR 2 F4. Cerita panjangnya dibantu oleh Mrs Karmi, yang menuliskan apa yang mau diceritakan oleh Nasywa.  
Rumah ada atap ada langit ada star Tinggal sama Mama Ayah Mbak Utri.

 Halaman kedua tentang Taman. Karena salah mengejakan hurufnya jadinya M nya double deh. TAMMAN. hehe. Tamannya dihias dengan bunga melati asli yang diambil dari taman depan rumah kami. Ada bunga melati mekar trus ditempel di kertas Ada rumput suka main di taman sama aurel. (kebetulan Aurel sedang main sesaat sebelum membuat lembar ini).
Halaman tentang ruang tamu ini, sedikit mengajarkan dengan logika deret atau urutan. Nasywa menentukan sendiri uratannya adalah love-segitiga-persegi-oval-bunga. Good job! 
Halaman selanjutnya, sudah mulai malas, jadi plain banget. Untung masih mau nulis Meja Belajar.
Cerita tentang kamarnya ini dia pilih setelah taman, jadi masih agak penuh hiasannya. Kamar ini belum mau dipakai oleh Nasywa. Jadilah fungsinya sekarang lebih seperti tempat mainan dan barang-barang Nasywa lainnya. Ada boneka Hello Kitty sama dorongan bayi sama boneka di kasur. Kasurnya ada 2 tingkat, ada di atas, ada di bawah. Bobonya kalau 5 tahun. Hihi, janjinya dia mau tidur di kamar ini setelah umur 5 tahun. Semoga..


Beberapa halaman belakang memang sengaja dikosongkan, sehingga bisa digunakan untuk corat-coret. Nasywa menggambar balon love. Sejak bisa membuat bentuk love, dia jadi hobi membuat bentuk love. Selain balon dia juga membuat layang-layang, bentuknya love juga.
Jadilah school project Nasywa. Puas!

Chopstix Grand Indonesia

Entah sudah pernah cerita belum di blog ini atau belum kalau Mr Karmi itu punya saudara kembar, Mr Kirmi. Find how they look similar each other :)


Minggu ini sang kembaran sedang dinas ke Jakarta. Jadilah kami bertiga janjian ketemuan, di mall tentunya, karena sekalian mengantar Mr Kirmi shopping barang-barang yang sulit ditemukan di pedalaman Kalimantan sana hehe. Kami makan di Chopstix GI, yang berlokasi di area foodcourt dekat dengan foodhall. Cukup sering juga Mrs Karmi makan di Chopstix tapi yang di Plaza Indonesia, bahkan baru ngeh juga kalau di GI juga ada. Mari mencoba!

Menu wajib pesan di Chopstix adalah Lumpia Chopstik (price 38k). Lumpia isi seafood yang hangat dengan saos putih dan taburan wijen jadi menu pembuka yang pas. Selain lumpia, ayam balacan juga layak jadi pilihan.


 Main menunya nasi goreng special Chopstix (price 47k). Typically, makanan yang ditawarkan di sini kalau nggak nasi goreng ya mie/kwetiaw. Nasi gorengnya tidak terlalu istimewa, hanya nasi goreng dengan ikan asin, taoge, dan telor orak arik, plus dengan telor ceplok. Menurut Mrs Kirmi, rasanya keasinan. Walah, bener-bener not worth the price. Cuma karena lapar, walaupun keasinan tetap dilahap juga hehe.



Pilihan Mr Karmi mie goreng lada hitam (price 36k). Pesannya sengaja pedas, tapi ternyata over spicy. Lada hitamnya kelewat banyak. Huah huah pedesnya.

Entah mengapa, menurut penilaian pribadi Mrs Karmi, overall rasa Chopstix nya lebih enak yang di PI. Mie goreng lada hitam ini favorit Mrs Karmi kalau di PI, dan rasanya memuaskan, tidak terlalu lebay ladanya. Beda tempat walaupun satu merk ternyata beda rasa.

Yang menyelematkan keseluruhan menu malam ini adalah Thai Ice Tea (price 19k). Rasa manis segarnya pas untuk menetralisir dua main menu yang agak gagal.


Terlepas dari kurang puasnya kami dengan makan malam hari ini, Chopstix tetap jadi salah satu tempat makan siang andalan karena memang bisa didelivery dengan cepat, dengan menu standar. Dan tentu saja pilih gerai Chopstix yang lebih besar, dengan harapan kokinya lebih handal.

Minggu, 29 September 2013

Bebek Garang Margonda

Setiap minggu sepertinya selalu saja ada tempat makan baru di Jl. Margonda Depok. Sebagai jalan utama Depok, Margonda memang menjanjikan kesempatan usaha bagi siapa saja yang berani memanfaatkan ramainya pemakai jalan. Yang punya konsep bagus dan rasa enak biasanya bertahan, yang tidak siap-siap gulung tikar. Bebek Garang merupakan salah satu tempat makan baru di Margonda. Nampaknya pemiliknya ingin mencoba peruntungan dari booming kuliner bebek akhir-akhir ini. Mari kita coba!

Eksterior dan interior Bebek Garang sederhana, khas kantin makan biasa. Yang unik adalah disediakannya mainan di atas meja pengunjung. Ada ular tangga lengkap dengan dadu, ada kartu remi dan kartu Uno. Lucu juga. Ternyata pengunjung banyak lho yang memanfaatkan mainan ini sambil menunggu pesanan datang. Salah satu kelemahan dari bebek garang ini adalah lokasinya yang terlalu terbuka, dan pengamanan yang sangat minimal, sehingga beberapa "peminta-minta" bisa leluasa masuk menghampiri meja pengunjung. Jumlah waiter yang terlalu sedikit juga membuat pelayanan kurang cepat.


Sesuai namanya, maka kuliner berbahan dasar bebek menjadi unggulan disini. Order pertama adalah bebek goreng kremes yang disajikan dengan kol goreng, lalapan dan sambal. Bebeknya lumayan enak, tapi sambalnya kurang pas. Kualitas dan Pedasnya sambal jauh dibawah Beber Slamet sang pioner bebek goreng.

Menu berikutnya bebek bakar cabe ijo.Menurut Mr Karmi yang order, bebeknya kurang enak. Cabe hijaunya pun tidak mampu mendongkrak rasa bebek secara keseluruhan.
Faktor keamanan tempat dan sambal yang kurang pas sepertinya menjadi alasan utama mengapa bebek garang ini belum mampu mencuri perhatian The Karmis untuk mampir lagi lain kali. Sepertinya pengelola melakukan improvement yang lebih baik agar bisa bertahan di persaingan kuliner Margonda. 



Taman Menteng Photo Block by Jonas Bandung

Mumpung ke Bandung pada awal September kemarin, The Karmis mampir ke Jonas TSM untuk cetak Photo Block hasil jepretan di Taman Menteng. Entah kenapa suka banget sama photo block nya Jonas. Kita tidak perlu ribet cetak foto dan susun di pigura, dan karena dicetak dengan kertas khusus sepertinya akan lebih awet. Mereka juga jago mengkomposisi foto-foto yang kita pilih menjadi kompinasi yang bagus. Terakhir tentu faktor harga yang murah #emakpelit banget deh hehe.

Berikut hasilnya. Puas!

Soto Betawi ala #resepTheKarmis

Gegara makan soto betawi di food court Margo City dua pekan lalu, Mrs Karmi jadi semangat nyobain sendiri di rumah. Apalagi harga daging sapi sudah lumayan turun jadi nggak sayang belinya #emakpelit hehe. Cara buatnya gimana? Gampang..tinggal googling aja. Dapat resepnya dari justtryandtaste dan seperti biasa dimodifikasi sesuai selera The Karmis. Selamat Mencoba!

Soto Betawi

Bahan Isian Soto Betawi
 Bahan
  • 1/2 kg daging sapi, potong-potong ukuran besar
  • 2 liter  santan (di resep aslinya pakai susu)
  • 1 butir tomat, potong dadu 
  • 2butir kentang, kupas, iris tipis, goreng
  • 2 batang daun bawang, rajang halus untuk taburan 
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu Halus
  • 5 butir bawang merah 
  • 3 butir bawang putih 
  • 1 sendok teh merica butiran
Bumbu lainnya:
  • 3 lembar daun jeruk purut 
  •  2 batang serai di pipihkan 
  • 1 batang kayu manis 
  • 2 butir kapulaga
  • 1 butir kembang lawang 
  • 3/4 sendok makan garam 
  • 1 1/2  sendok makan gula pasir 
  • 1 sendok teh kaldu bubuk (optional)
Pelengkap:
  • Sambal 
  • Emping melinjo goreng (optional) diganti dengan kerupuk udang karena Mr Karmi kurang suka emping 
  • Bawang merah goreng
Cara membuat:
Siapkan penggorengan, panaskan minyak dan tumis bumbu halus, daun jeruk, serai hingga harum dan matang. Angkat dan sisihkan.
Siapkan panci, masukkan 2 liter air, daging sapi, bumbu tumisan, kapulaga, kembang lawang, kayu manis, gula, garam. Rebus hingga daging empuk. Masukkan santan. Tambahkan kaldu bubuk dan masak hingga kuah mendidih, aduk-aduk agar tidak pecah. Cicipi rasanya dan matikan .
Siapkan mangkuk saji, tata irisan kentang goreng, tomat,daun bawang siram dengan kuah soto dan daging. Sajikan dengan nasi putih, kerupuk dan sambal.