Kamis, 08 November 2012

Eat.Pray. Love

Sewaktu membaca ataupun menonton film nya -paling hobi nonton film romantis-, saya rasanya bisa menyelami mengapa Liz memilih mengunjungi Itali, India dan Bali melakukan ritual Eat.Pray. Love untuk mengobati hatinya dan mencari kebahagiaan yang sejati. Tapi beberapa hari ini rasanya saya baru benar-benar merasakan bahwa resep Liz tersebut sungguh manjur..
greatest memoir of Elizabeth Gilberth


Adalah takdir Allah SWT yang membalikkan hidup saya dalam sehari, Selasa 6 November 2012. Saya-dan keluarga- sedang dalam kebahagiaan yang sangat karena akhirnya positif hamil dan hari itu kehamilan saya memasuki minggu kedelapan. Apalagi pemeriksaan  DSOG 2 minggu sebelumnya, setelah saya testpack 2x dan dinyatakan positif, menyebutkan  kehamilan telah berusia 6 minggu dan menyatakan semua nya sehat. Optimisme itu terbit manakala kami bisa mendengar detak jantung bayi kami. Normal 120/menit. Jujur saja, saya dipenuhi kekhawatiran menjalani kehamilan ini karena pengalaman pahit keguguran pada kehamilan sebelumnya pada bulan April. Segala ketakutan melanda. namun saya melawannya dengan lebih fokus menyiapkan asupan makanan terbaik, banyak berdoa, dan berusaha selalu bahagia.

Tapi semua nya berubah saat saya mendapati flek merah seperti benang mulai Senin 5 November. Saya tahu ada yang tidak beres. Sekuat hati menekan segala kekhwatiran dengan menyibukkan diri dengan aktifitas. Flek itu berlanjut dan berganti menjadi merah segar pada Selasa. Tak banyak pertimbangan langsung meluncur ke RS YPK Menteng menemui dr Yusfa Rasyid SPOG -dokter yang menangani sejak keguguranku sebelumnya-. Dan saat dokter sulit menemukan detak jantung janin meski sudah menggunakan USG transvaginal, serta melihat ukuran janin masih sama dengan waktu kontrol 6 weeks, maka saya tahu saya akan kehilangan bayi ini lagi.

Sedih..Menangis..Meratap..itu reaksi wajar saat kembali kehilangan harapan. Saya dan suami masih tetap berusaha tenang dan fokus mencari penyebab keguguran berulang ini. dr Yusfa menkonsul ke Prof Arry di klinik Alamanda untuk mengekspor lebih lanjut kemungkinan kelainan pada darah yang menyebabkan tubuhku tidak bisa mensupport kehidupan bayiku. Tapi bahwa bayi kami tidak berkembang dan 99,99% akan gugur sudah di depan mata.

Vonis itu mendatangkan gelombang kesedihan yang masih terasa sampai hari berikutnya, sehingga memutuskan untuk tidak masuk kerja. Apalagi perut terus berkontraksi untuk meluruhkan dinding rahim yang menebal sebagai support terhadap bayiku. Mengingat aku masih punya satu anak yang harus diurus maka aku bangkit.

E.A.T..
moodbooster andalan
Melawan rasa sedih paling mudah dengan menikmati sesuatu yang manis. Jadi alih-alih terus berbaring sambil menangis, saya memutuskan menjemput nasywa di sekolahnya. Sambil menjemput Nasywa, kami membeli eskrim. si kecil bukan main senangnya bisa balapan makan es krim dengan mamanya. Selain dia sangat suka es krim, mungkin dia merasa sangat jarang mamanya ada di rumah selain weekend hehe.
Memasuki jam makan siang, selain menu makan yang sudah disiapkan mbak, aku mengaduk-aduk kulkas dan menemukan bahan-bahan yang bisa dimasak. Memasak dan memakan makanan hangat-hangat ternyata adalah terapi yang baik untuk hati wanita. Terbukti berangsur-angsur kesedihan itu menguap. Sampai malam, saya hampir tidak berhenti memakan apa saja. Segala macam isi kulkas mulai dari buah, coklat, susu sampai siomay, tukang jajanan apapun yang lewat tidak luput di makan. Menjelang malam saat siap-siap konsul ke Prof Arry, saya menemukan kesedihan itu sudah benar-benar menyusut. Dada menjadi ringan.
Ternyata hubungan lidah, lambung dan hati memang luar biasa..

P.R.A.Y
doa dari tanah haram
Melewati segala ujian Allah rasanya tidak akan mampu tanpa kembali menyerahkan segalanya kepada-Nya. Kehamilan saya saja memang berlatar religius. Kehamilan sebelumnya ketauan pas setelah temen kantor pulang umroh dan mengabari kalau dia sudah mendoakan saya hamil selama dia di sana -Thanks to Inu-. Kehamilan kali ini juga seiring mertua yang sedang menjalankan haji. Tidak putusnya mertua mendoakan kehamilan saya, baik sebelum maupun setelah positif hamil.
Saya terbiasa berdialog dengan Allah SWT baik dalam doa maupun dalam hati. Saya yakin sepenuhnya Dia mengetahui apa yang tersimpan di hati kita. Maka dalam sujud saya, saya menangis panjang. Dalam doa saya meyakini kalau semua kehamilan adalah kuasa-Nya. Kalau memang kehamilan ini baik bagi saya dan janin saya nantinya, Allah akan memudahkannya, adalah mudah baginya merubah 0,01% peluang yang ada menjadi nyata. Namun sebaliknya, bila kehamilan ini membahayakan saya dan memberi efek negatif bagi janin saya nantinya, maka saya berdoa semoga Allah melapangkan hati saya.. Hidup ini tidak pernah mudah bagi siapa pun, tapi akan terasa mudah bagi jiwa yang ikhlas dan bersyukur..
Allah sudah memberi terlalu banyak kebahagiaan, berkah dan nikmat yang tidak layak saya dustakan hanya karena satu musibah. Kita tidak layak menyesal atas apa yang diambil dari kita, karena Allah sudah memberi begituu banyak, dan pasti akan tetap memberi kita lagi dengan begitu banyak nikmat, yang tentu lebih baik dari yang hilang..

L.O.V.E
dan saya menemukan..bersama orang-orang tercinta adalah hal yang paling menguatkan kita. Suami tentu saja adalah orang pertama dan utama yang selalu menyediakan bahunya sebagai tempat menangis. Selalu menyediakan tangannya untuk menggenggam tangan saya, menuntun saya, memilihkan jalan mana yang harus  ditempuh. He is the man who shows me the meaning of to love in health and sick, to share all sadness and happiness, till the end of life..
Saya juga bersyukur memiliki orang tua dan keluarga yang tidak pernah bertanya mengapa, tapi selalu ada dengan doa, pengharapan dan penghiburan. Mereka memang jauh dari pandangan, namun selalu dekat dalam perasaaan. Saya selalu hanya cukup menangis di telp dengan Ibu, tidak mampu menceritakan apa-apa, dan Ibu -seperti masa masa sebelumnya- selalu hanya menghibur dan mendoakan. Segala penjelasan ilmiah memang terlalu sulit dia terima dengan latar belakang pendidikannya namun selalu doanya dalam bahasa jawa itu mengirimkan kelegaan yang mengharukan.
Si kecil nasywa adalah tumpuan harapan saya yang membuat saya bersyukur. Setidaknya sebelum saya menghadapi dua kali kehilangan yang beruntun ini, saya sudah memiliki peri cantik yang selalu menjadi penyejuk mata, penerbit ceria.
beloved ones
Saya juga bersyukur atas barisan cheerleader abadi saya. Sahabat-sabahat yang biasanya selalu hadir, dan selalu menjadi tempat berkeluh kesah pertama sebelum saya berani menghadapi dunia.

Dan hari ini, saya totally menjadi diri saya yang baru..Saya memang masih meringis sakit melawan kontraksi yang masih terjadi karena saya memilih keguguran yang alami..Saya masih tersenyum masam saat majalah ayahbunda yang sedianya saya langganan sebagai persiapan kehamilan dan perawatan bayi ternyata datang pada saat saya sudah tidak hamil lagi..Saya memang masih belum mendapat kejelasan penyebab kasus keguguran saya karena harus menunggu cek darah ulang..Tapi saya sudah bisa menatap matahari hari ini dengan hati yang lapang..
Kesedihan itu sudah menguap karena hebatnya mantra EAT, PRAY, LOVE..

Rabu, 10 Oktober 2012

Daftarkan Anakmu Sejak Lahir..(Sekolah Karakter Cimanggis)

Pepatah Ada Gula Ada Semut benar kiranya. Dalam konteks sekolah, sekolah yang bagus akan dikerubuti oleh orangtua siswa yang haus memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Salah satunya, Sekolah Karakter Cimanggis.

Setelah tahun lalu terlambat mendaftarkan PG untuk kakak Nasywa, maka tahun ini jauh-jauh hari sudah berencana mendaftarkan sekolah untuk TKA. Karena daftar tidak bisa dilakukan melalui telpon, maka Mr dan Ms Karmi rabu kemarin meluncur ke sekolah Karakter di Jl. Raya Bogor (sebelah Giant Cimanggis). Melalui resepsionis kami diberitahu bahwa untuk tahun ajaran depan, nomor waiting list untuk TK A kakak Nasywa adalah no 51 dari kursi hanya 12 (sisa dari selisih kursi TKA 36orang dikurangi murid PG yang melanjutkan 24orang). Fantastis yaa!!!. Saking takjubnya, sampai mencandain mbaknya: "Waduh, berarti saya harus daftarin anak saya sejak lahir dong mbak??" tanpa dinyana jawaban mbaknya "Memang bu, banyak yang daftar waiting list sejak anaknya belum satu tahun" hehehe. Perburuan sekolah anak ternyata begitu menakjubkan.

Fenomena perburuan sekolah anak memang luar biasa. Beberapa tahun lalu, sempet heboh pengambilan formulir sekolah alam indonesia yang saking jomplangnya antara suppy dan demmand sehingga orangtua anak harus menginap di sekolah hanya untuk antri mengambil formulir. Untuk sekolah negeri unggulan, perburuan sekolah juga cukup dahsyat. Seorang teman yang menyekolahkan anaknya di sekolah SD unggulan di bilangan Rawamangun harus stress dengan tes masuk yang cukup padat dan "mengejutkan" untuk anak seusia itu.

Ada apa sebenarnya sampe perburuan sekolah bagus sampai segitunya?Padahal dari segi biaya, sekolah-sekolah itu bukan sekolah yang murah (kecuali yang negeri). Bahkan ada kesan semakin bonafid sekolah, semakin tinggi biaya, semakin diburu orang.

Bagi The Karmi's, alasan sederhananya antara lain karena Ms Karmi bekerja, sehingga tidak bisa sepenuhnya memantau tumbuh kembang dan pendidikan anak. Sebagai kompensasi, mau tidak mau, pemilihan sekolah terbaik diharapkan bisa membantu peran tersebut. Meskipun sejatinya pendidikan anak adalah tetap tanggung jawab orang tua, tapi dengan waktu yang terbatas mewakilkan pendidikan anak pada sekolah yang (dianggap) terbaik menjadi solusi. Selain itu, kompetisi ke depan yang semakin ketat, dunia yang akan dihadapi anak-anak kita saat mereka dewasa nanti pasti berlipat ganda lebih sulitnya dari kita sekarang. Maka membekali anak dengan pendidikan yang terbaik merupakan investasi yang semoga bisa menjadi modal "pertempuran" mereka kelak.

Bagaimana memilih sekolah yang tepat? Sejatinya itu kembali kepada visi dan misi keluarga, si anak ini mau diarahkan kemana. Bersyukur bahwa variasi jenis pendidikan di ibukota dan sekitarnya sudah semakin beragam. Yang mau lebih menekankan agama, ada. Yang mau sekolah yang lebih "fun" seperti sekolah alam, ada. Yang mau dari awal menerapkan disiplin ketat dalam hal baca tulis berhitung, ada. Mau yang bagaimana juga ada. Tinggal dipilih dan disesuaikan dengan budgetnya saja.

Pemilihan Sekolah Karakter bagi The Karmi's berawal dari jatuh cintanya Ms Karmi setelah membaca web dan testimonial sekolah yang agak beda dengan sekolah lain, lebih menekankan pada pendidikan holistik berbasis pembentukan 9 pilar karakter anak seperti self disipline, good manners, self esteem, caring with the peers dll. Saat nanti semua anak memiliki kemampuan kognitif/akademis yang kurang lebih sama -hasil dari sekolah-sekolah unggulan- maka yang menjadi penentu keberhasilan mereka adalah kepribadian/soft skill nya. Metode pengajaran juga "fun" sehingga anak selalu semangat sekolah. Apalagi testimoni tentang sekolah karakter dari beberapa ortu yang kita kenal-tetangga & teman ballet kakak Nasywa- bagus.

Saat pilihan sudah ditentukan, walaupun masih waiting list urutan yang sepertinya mustahil, maka hanya berdoa yang bisa dilakukan. Jika memang Allah mengizinkan kakak Nasywa bisa sekolah di sini pasti akan ada jalan bisa sekolah di sini. Kalo tidak TK A ya TK B kalau tidak ya SD (sudah didaftarkan SD nya sekalian hehe..). Kalau tidak, ehm  meminjam judul tulisan ini,  mungkin anak kedua The Karmi's nanti sejak lahir sudah didaftarkan ke sekolah ini saja hehe..


Senin, 08 Oktober 2012

Menanti yang kedua..

Tidak banyak yang tahu..kegundahan juga menghinggapi penantian yang kedua..hari-hari belakangan ini, Ms Karmi berada dalam kegundahan itu juga..Sebagian curahan hati terukir di puisi yang ditulis tanggal 2 Oktober 2012 pukul 22.06 yang baru sempet dipublish sekarang. Selamat menikmati penantian :)


Allah..malam memang belum sepi
Tapi aku ingin berdialog dengan-Mu
Memindahkan beban hati seperti waktu-waktu yang lalu
Tapi tunggu ya Allah..
Kuselesaikan tangisan airmataku

Sungguh aku ragu apakah layak airmata ini
Saat kutahu banyak wanita lain telah telah berteman lama
dengan airmata sedih dan kecewa ini
Karena rindu permata hati yang tak kunjung tiba

Sungguh bukan aku melupakan beribu bahagia yang hadir
lewat peri kecil kami, Nasywa Aqila Karmi
Bahkan karena begitu indahnya, maka aku lancang mengharapkan amanah lainnya
Bahkan sempat aku mendikte-Mu
Menargetkan masa reproduksiku berakhir pada usia 30 tahun
Menggenapkan kebahagiaan, doaku lebih menuntut jenis kelamin, di atas kesehatan

Yang aku lupa, amanah itu sungguh hanya domain-Mu
Yang aku lupa, kesadaran masa lalu mengharuskanku mendoakan satu demi satu perindu permata hati selain aku
Sungguh aku lupa..
Maka teguran-Mu begitu keras saat Kau renggut asa yang sempat bersemayam delapan minggu
Teguran-Mu terselip dalam kecewa saat garis merah tak kunjung bertambah dua

Allah, bulan ini genap enam bulan aku menanti
Maret April  Mei Juni Juli Agustus September
Allah..
sebagaimana tidak layaknya aku
Malam ini aku mengetuk pintu-Mu
Bersimpuh dalam tangisku
Aku merindu dalam penantian yang kedua

Aku tahu harus menggenapkan ikhtiar
Aku tahu harus menjadi agen terbaik untuk amanah ini
Aku tahu begitu jauh dari sempurna
Dalam tangisan asa tak bertepi
Sungguh..

Aku menanti amanah-Mu yang kedua..

Kamis, 27 September 2012

Tembang di Padang...

Minang..Sumatera Barat; sudah memikat hatiku sejak SMP; bahkan sebelum paham betul apa yang menawan dari daerah pesisir barat pulau Sumatera itu. Adalah sebuah cerpen di majalah muslimah Annida berjudul "Tembang di Padang" yang mulai membuatku jatuh cinta pada Sumatera Barat. Kisah berlatar belakang keindahan alam, kekuatan kultur kekeluargaan dan yang paling penting kehidupan religius penduduknya masih benar-benar kuingat dengan detail sampai dengan sekarang.

Maka, ketika Allah menghadirkan pasangan hidup dari daerah ini, it was just like dream come true. Akhirnya sempat juga menginjakkan kaki dan menjadi bagian dari keluarga Minang.
Dan aku semakin jatuh cinta. Sungguh..
Sumatera barat itu sangat indah..Keindahan itu bisa dilihat dimana-mana, bahkan di jalan dari bandar udara minangkabau di Padang menuju kampung suami di Payakumbuh, hamparan keindahan itu sudah terasa. Sawah membentang dalam formasi berundak menghampar di kaki pegunungan, diselingi pohon kelapa yang nampaknya tumbuh begitu subur seiring kebutuhan tinggi masyarakatnya akan santan kelapa untuk membuat kuliner. Lain sawah, terbentang hutan-hutan yang masih asri meskipun terbelah jalan raya yang ramai. Mendekati Lembah Anai, sungai berbatu dengan air jernih mengalir tepat di sebelah jalan. Tentu saja, air terjun di tepi jalan raya itu sangat eksotis. View indah lainnya adalah jembatan kokoh menembus tebing peninggalan jaman Belanda, yang hanya dilewati kereta barang berisi batubara. Sayang belum berkesempatan mengabadikan semua keindahan itu..Masih banyak waktu untuk kapan-kapan mampir dan menghadirkan semua gambar itu di blog ini ya..karena Sumatera Barat sudah jadi kampung halaman keduaku; setelah Kebumen.
arak-arakan calhaj
Kepulangan The Karmi's ini adalah dalam rangka melepas kepergian mertua ke tanah suci. Alhamdulillah Allah telah memanggil mertua untuk datang ke rumahnya. hanya orang mampu -baik materi dan keimanan- yang bisa berkesempatan haji.
Prosesi melepas jamaan haji di Sumatera barat tergolong unik dan seru. Acara mendoa (syukuran-red) diadakan beberapa kali. Sebelum kami datang sebenarnya sudah ada acara mendoa di rumah suami, dan juga di rumah om suami yang sama-sama berangkat haji juga.
Kami hanya bisa mengikuti  acara di kampung nenek suami di Pangkalan
mama dan papa mertua
Koto Baru, Kab 50 kota. Calon jemaah haji diarak bak pengantin menuju mesjid raya. Berjalan kaki, dipayungi dengan payung merah berumbai warna emas benar-benar layaknya pengantin. Belum cukup itu saja, menambah kemeriahan ada rombongan drumband siswa sekolah setempat yang mengiringi di belakannya. benar-benar unik. Acara seremonial di mesjid raya berlangsung khidmat ba'da sholat Ashar diikuti salam-salaman. Suasananya penuh dengan suka cita. Semua orang bahagia. Kebahagiaan manakala bisa menunaikan rukun iman terakhir yang semoga menggenapkan syarat menjadi muslim sejati. Kebahagiaan karena akhirnya setelah banyak menabung hingga usia yang tidak muda plus mengantri untuk bisa berangkat (antrian haji di sini relatif cepat 5-6tahun). Kebahagiaan itu menular dalam ruangan masjid, yang tidak berangkat haji pun bahagia dan selalu menitipkan doa agar bisa dipanggil juga kesana.
hari keberangkatan
Suasana berbalik pada hari berikutnya, hari keberangkatan. Keharuan menyeruak disaat perpisahan sementara hadir di depan mata. Satu persatu calhaj naik ke deretan bus yang terparkir di halaman kantor bupati. Manusia tumpah ruah di sekeliling bus; merapat di sekitar posisi duduk keluarga masing-masing. Saat pintu bus ditutup dan pelan-pelan bus berangkat, tangis harupun pecah. Untaian doa dipanjatkan sambil menyeka air mata dan melambaikan tangan. Semoga sehat selama di sana, lancar menjalankan semua ibadah dan kembali dengan selamat 40 hari kemudian. Amin

The Karmi's&Tante ija dengan latar Ngarai
Hari terakhir sebelum kembali ke Jakarta, kami habiskan di Bukittinggi, kota dingin yang menawan. Ini sudah kesekian kalinya The Karmi's berlibur ke Bukittinggi. Pilihan kunjungan singkat ini adalah ke Panorama. Sejuk dan semilir angin menyambut kedatangan kita. Beberapa rombongan keluarga nampak sedang duduk-duduk di tikar yang bisa disewa. Dari panorama ini, kita bisa melihat ngarai..deretan tebing hijau berdiri kokoh, dibawahnya sungai mengalir berkelok. Ada lagi must see place di kawasan panorama ini yaitu Goa Jepang. Kalau mau masuk kita harus menuruni anak tangga yang banyak ke perut bumi. Dari petanya, banyak ruang-ruang di kiri kanan tangga. Goa ini menembus bukit sehingga keluarnya nanti kita di kaki Ngarai. Sayang kami tidak masuk ke dalam, karena sang putri Nasywa nggak mau. hehe. Sisa waktu sampai dengan pulang keesokan harinya dihabiskan untuk wisata kuliner. Bukittinggi dan Payakumbuh adalah daerah yang dingin, perut jadi cepet kosong (alesaaan aja biar makan terus). Kuliner wajib setiap mudik adalah sate padang danguang danguang, depan pasar Payakumbuh. The best sate padang so far.

We'll definitely come back to West Sumatra. Tidak sabar untuk balik lagi dan mengeksplor kekayaan wisata dan kulinernya. Perjalanan kali ini menggenapkan sisi lain Sumatera Barat dalam memori The Karmi's. Sisi religius penduduknya terkait perjalanan haji. Dari data pemerintah, 80% calhaj berusia di atas 70tahun. Tidak perlu mengomentari fakta tersebut, karena syarat haji sudah jelas adalah mampu materi dan iman. Lebih baik menyikapinya dengan menargetkan keluarga sendiri untuk segera mencukupkan kategori mampu tersebut. Sudahkah menargetkan umur berapa naik haji?
Kami sudah. Insya Allah sebelum usia 40 tahun sudah bisa naik haji, Amiin






Rabu, 12 September 2012

Photo Session @ LightBox Cinere

Inilah hasil pemotretan studio di LightBox Cinere. Sebenarnya fotonya sendiri sudah jadi sebelum lebaran, tapi hasil soft copynya baru diterima kemarin karena ada kerusakan di harddisk studionya. KIta bersyukur juga akhirnya menjejakkan kaki juga di Cinere pas pemotretan ini. Komentar pertama adalah jauuuuh banget ya Cinere ini dari rumah kami di Cimanggis.  
foto ini yang dicetak kanvas 40x60

Tapi ternyata jauh itu karena kami salah ngambil rute, lewat jl raya sawangan-parungbingung-mesjidkubahemas-cinere. Pulang dari situ kami lewat arah Fatmawati-JORR-Jagorawi-Cimanggis dan terasa lebih deket. Sewaktu ngambil foto kami mengikuti arah yang ditunjukkan Sygic dan nyata-nyata lebih deket lagi. Ehhmm jarak memang relatif yaa.. Kesan selanjutnya Cinere itu sudah berkembang, kawasan dan fasilitasnya lengkap. Ada mall, rumah sakit, sekolah, dan banyaaak juga perumahan. Cuma seperti Cibubur, dampak dari lonjakan penduduk dan aktifitasnya membuat Cinere macet dan terkesan sesak yaa..




Selain foto kanvas bertiga sama kakak Nasywa, ayah dan bunda sekalian aja foto berdua juga hehe..Ayah seperti biasa fotogenic pada situasi apapun dan pose apapun (cieeee..). Suka dengan hasil waktu pake baju putih ini, karena semuanya terlihat pas dan bersih. Ayah masih keukeuh enggak terima bunda yang menurut ayah tidak sesuai aslinya. Thanks for editing LightBox..

Berikut beberapa hasil dengan kostum merah yang lebih casual dan cerah. Suka banget ekspresi kakak Nasywa di foto kiri ini. Alhamdulillah bisa ketangkep momen dia ketawa








Terakhir, best of the bestnya adalah foto-foto kakak Nayswa baik yang candid maupun yang langsung difoto. Lucu..


Kakak keliatan ndut banget yaa..walaupun sekarang sedikit lebih kurusan..Foto-foto ini jadi kenangan juga masa-masa kejayaannya kakak waktu ndut..hehe


It's all the photos..masih banyak sih yang lain..habis waktu itu kalap milihnya banyaaak..Senang sekali akhirnya bisa foto studio juga..Semoga cepat nambah formasi di Kel. Karmi supaya bisa foto studio lagi (lho???)



Senin, 10 September 2012

Merasa bodoh itu perlu...

Yup merasa bodoh itu sangat perlu..Bahkan kalau mungkin selalulah merasa bodoh setiap hari sepanjang usia..
Tapi bukan bodoh yang berakhir begitu saja dengan kebodohannya, tapi bodoh yang diiringi semangat tidak mau terus bodoh sehingga segala cara untuk bisa menjadi pembelajar.
Jika sudah bisa apa berarti pintar?? Tentu saja pintar pada satu hal itu saja, atau kalau sudah merasa pintar maka ciptakan tingkatan bodoh yang lebih tinggi, sehingga apabila tingkatan bodoh yang lebih tinggi bisa solve maka otomatis tingkat pintar juga meningkat.

Pernah beberapa kali dalam hidupku merasa berada dalam tingkatan yang bodoh itu, bahkan merasa paling bodoh sedunia, beberapa karena saking membekasnya masih teringat sampai sekarang (hoho..). Pertama merasa paling bodoh saat mengikuti pemilihan siswa teladan tingkat SMP se provinsi Jawa Tengah. Sebagai wakil dari Kabupaten Kebumen, pasti lah kita bangga, merasa paling hebat, merasa paling pintar..bagaimana tidak aku mengalahkan seluruh peserta dari satu Kabupaten. Perasaan bangga itulah yang dibawa saat karantina di Semarang. Proses karantina itu sendiri yang akhirnya menyadarkan bahwa langit kita masih sangat rendah, sungguh rendah sampai malu rasanya memandang langit yang begitu berlapis di atas kita. Terlalu banyak yang harus dipelajari dalam janji yang terucap saat hanya bisa mengakui kehebatan peserta lainnya. Merasa bodoh memang perlu saat itu..

Pun saat kemudian menjadi wakil Fakultas Pertanian di ajang Mahasiswa Berprestasi tingkat Institut Pertanian Bogor. Walaupun kedewasaan usia dan pemikiran tidak membuat jumawa atas prestasi, dan lebih mempersiapkan segala macam persyaratan untuk rangkaian penjurian tapi tetap saja pada hari H, pil pahit merasa paling bodoh kembali di telan. Betapa sangat hebat peserta yang lain, betapa sangat berbakat dalam segala bidang peserta yang lain. Begitu banyak pertanyaan menyerbu: Kenapa aku tidak begini, kenapa tidak begitu sebelumnya, Mengapa terlewat tidak mempersiapkan ini dan itu dan lain-lain.
Merasa bodoh memang perlu, karena setelah itu, semakin terpacu untuk meninggalkan jejak terbaik dalam prestasi akademis saat meninggalkan kampus tercinta: predikat CUM LAUDE

merasa bodoh diantara bakat terbaik se kawasan..
Merasa bodoh berikutnya paling terasa sebulan yang lalu, saat mengikuti rangkaian kursus makroekonomi dari IMF Training Centre Singapore (thanks ya kantor sudah mengizinkan dan membiayai segala akomodasinya..). Walaupun salah peserta --kursus untuk mid to senior, sementara aku masih junior--, toh kurangnya kedalaman pemahaman materi membuat tingkat keaktifan di diskusi kelompok menjadi kurang. Belum lagi keterbatasan kefasihan dalam cas cis cus dalam bahasa Inggris jauuh sekali tertinggal dari rekan-rekan sekawasan. Merasa paling bodoh lagi?? sudah pasti. Selanjutnya apa diam saja?? tentu tidak. Alih-alih  menjadi rendah diri, lebih memilih memanfaatkan sesi break untuk banyak berinteraksi dengan peserta lain, menjalin pertemanan yang berlanjuut sampai sekarang, dll.

Percaya atau tidak, saya selalu merindukan masa-masa merasa bodoh itu lagi..Karena fitrah saya sebagai manusia lemah yang mudah sekali merasa sudah punya, sudah bisa, sudah paling..Astaghfirullah..
Saat ini, saya bekerja di Institusi yang disesaki oleh orang-orang terbaik di negeri ini. keilmuan mereka tidak perlu diragukan lagi. dan sungguh saya kembali merasa beruntung bisa berasa di antara orang-orang yang luar biasa pintarnya..luar biasa akademik dan skillnya..karena apa?? karena  tentu saja (lagi-lagi) saya akan merasa terus menerus bodoh..

merasa bodoh kok senang??tidak apa merasa bodoh tapi saya tidak menyerah..mesti tertatih harus mengejar lompatan memerangi kebodohan diri sendiri..Agar bodohnya bukan cuma hal-hal itu saja..tapi bodohnya meningkat..lebih tinggi lah levelnya

bagaimana dengan anda??semoga anda tidak bodoh seperti saya yaa  :)





Minggu, 09 September 2012

1st day school..

16 Juli 2012..mencetak sejarah baru perjalanan keluarga Karmi
This day was 1st day school kakak Nasywa @ playgroup Cikal Ceria
Membahagiakan dan mengharukan jadi satu..kayaknya baru kemarin kakak masih bayi masih digendong-gendong sama bunda ayah..eeh tiba-tiba aja sudah sekolah playgroup aja.

Pemilihan sekolah PG TK Cikal Ceria sih sederhana aja, hanya karena faktor lokasi..yang deket rumah saja.
Sebenernya bunda dan ayah sempet hunting juga ke beberapa PG di sekitaran Depok. Kira-kita beginilah resumenya:

1. Semut-semut Natural School (http://www.semut-semut.sch.id/)
Lokasinya ada di Jln. Industri Kapal Dalam RTM Kelapa Dua Cimanggis Depok, waktu itu rutenya kita dari Radar auri menuju RTM, ada plang nya di kanan jalan untuk masuk gitu ke dalam. Tempatnya asri, banyak pohon-pohonnya dan juga alat-alat outbound di luarnya. Gak sempat nanya-nanya soalnya waktu itu kita dateng hari minggu dan sekolah tutup (hehe..). tapi dari namanya bisa tau bahwa kurikulumnya mirip-mirip sekolah alam gitu yaa..cuma lokasinya agak jauh dari rumah kita, jadi yaa nggak jadi deh di sekolah ini..
2. Sekolah Karakter (http://www.ihf.or.id/id/kindergarten.asp)
Ini lebih ke impiannya bunda..habis baca websitenya ngileer karena dia pake kurikulum multiple intelegence, dan bukan cuma anaknya yang sekolah tapi orangtua nya sekolah juga karena sering ngadain seminar pendidikan gitu buat orangtua. Lokasinya juga strategis bangeet, di jalan raya bogor, sebelah GIANT Cimanggis. Cuma yaaa namanya sekolah bagus yaaa, ternyata waiting list untuk sekolah di sini udeh panjaaaang. Waktu bunda telp bulan Februari, untuk PG sudah full hiks hiks. Masih memendam hasrat untuk sekolahin kakak Nasywa di sini someday :)
3. Sekolah Alam Indonesia cabang Studio Alam Depok
Sekolah Alam Indonesia ini termasuk pioneer model sekolah alam di Indonesia. waktu bunda kerja di Muamalat, ada beberapa temen bunda yang nyekolahin anak di sini. Dari cerita anaknya, mereka sukaaaa banget sekolah di sini..Ya gimana enggak, sekolahnya nggak pake meja kursi tapi di saung-saung gitu dan lebih banyak menonjolkan aktifitas di luar. Sekolah Alam Indonesia baru buka di Depok (studio alam), jadi waktu kita nelp mau ngeliat ternyata sekolahnya masih baru dibangun hehehe..
Lagi-lagi pertimbangan jauhnya lokasi maka sekolah ini di delete

sebelum masuk wajib main dulu..
Akhirnya pencarian sekolah kakak lebih difokuskan di Jalan pekapuran dan sekitarnya..Pilihannya kita persempit menjadi 1 sekolah saja yaitu PG/TK Cikal Ceria. Waktu pertama dateng, kita rasanya sudah klik. Walaupun di pinggir jalan, tapi sekolah ini "ngantong", jadi di dalamnya luas. Untuk TK tipenya moving class, sedangkan PG masih di satu ruangan aja. pas pertama datang, kakak langsung suka. Apalagi, sebagian besar  senior kakak di kompleks (jiaaah beraat senior) sekolah di sini. Jadi ya udin pilihan ditetapkan kakak PG disini. Setelah daftar, kita ada sesi wawancara dengan psikolognya, baik untuk anak dan ortu. Menyenangkan sekaliii..Kita ditanya visi dan misi kita sebagai orangtua. Kita dengan mantapnya mengatakan bahwa kita menyekolahkan anak di PG untuk bermain, bersosialisasi dan belajar karakter-karakter yang baik disamping juga nilai agama. Kami memang belum menargetkan kakak bisa baca tulis hitung. Kami yakin nanti akan tiba waktunya dia punya keinginan belajar Calistung. Sekarang adalah saatnya dia bermain.

baris dulu..
 Awal ajaran baru, ternyata seminggu full belum masuk kelas dan lebih ke perkenalan lingkungan sekolah. Di tengah sekolah didirikan panggung, sekolah dihias warna warni ceria. Ide ini bagus juga, karena ternyata hari pertama masih banyak yang nangis. Alhamdulillah kakak nggak nangis, asyik main sama kakak-kakanya yang sekompleks. Malah bunda yang dicuekin hehehe jadi bunda sibuk aja foto-foto aktivitas kakak.

Jam 8 theng bel berbunyi.Anak-anak diarahkan berbaris sesuai dengan tingkatannya dan kelasnya. Bu gurunya mengarahkan anak-anak nyanyi-nyanyi dan ada yek-yel juga. Rame dan lucu..Habis baris, anak-anak duduk di depan panggung. Alhamdulillah kakak duduk paling depan. Secara bergantian anak-anak memperkenalkan diri di panggung.

kakak nasywa percaya diri..HEBAT
Kakak nasywa berani lho naik ke panggung, kalo enggak salah urutan ke 4. " Halo teman-teman, perkenalkan namaku Nasywa, umur 3 tahun, aku tinggal di CGR 2". Rasanya terharuuu banget dia berani naik ke panggung bareng ama kakak-kakak yang sudah TK. Ngomongnya jelas keras dan percaya diri. Alhamdulillah...Setelah acara perkenalan dilanjutkan makan bekal bersama di aula dan pulang. Kejutannya belum selesai. ternyata pas pulang anak-anak dapat bingkisan isinya snack. Pengalaman sekolah pertama yang menyenangkan...Banyak sekali harapan untuk kemajuan kakak ke depan.Insya Allah kamu bisa kakak Nasywa..Bunda dan Ayah selalu mendukung dalam doa dan biaya (iyaaa laah hari gini sekolaah mana ada yang murah hehe..)